Puasa Sembilan Hari Diawal Dzulhijjah

Aug 21 • Ibadah • 522 Views • No Comments on Puasa Sembilan Hari Diawal Dzulhijjah

Oleh : Ustad Maulana La Eda, Lc. MA Hafizhahullah
(Alumni S2 Jurusan Ilmu Hadis, Universitas Islam Madinah)

Hadis Keutamaan Dzulhijjah

Puasa dzulhijjah dimulai pada tanggal 1 Dzulhijjah dan berakhir pada tanggal 9 Dzulhijjah (Hari ‘Arafah). Puasa hari ‘arafah tanggal 9 -akan ada pembahasan hukum dan fadhilahnya secara khusus-, adapun puasa 1-8 , maka dalil keutamaannya adalah keumuman redaksi hadis riwayat Bukhari (969) dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله تعالى من العمل في هذه أي أيام العشر

Artinya : “Tidaklah ada hari-hari yang mana amalan shalih didalamnya lebih dicintai Allah ta’ala daripada amalan disepuluh hari ini (1-10 dzulhijjah)”.

Redaksi hadis ini menunjukkan keutamaan amalan shalih secara umum dalam 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah, termasuk puasa yang bisa dilakukan dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah karena tanggal 10 adalah hari raya ‘idul adha yang diharamkan puasa didalamnya menurut pendapat jumhur ulama, adapun bagi muslim yang menunaikan ibadah haji maka haram baginya berpuasa pada hari ‘idul adha sesuai ijma’ para ulama, juga sesuai hadis Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam melarang puasa pada dua hari ; hari ‘idul fitri dan ‘idul adha (HR Bukhari : 1991 dan Muslim : 1138).

 

Diharamkan Puasa pada hari Tasyrik

Juga diharamkan puasa pada hari tasyriq bagi orang yang selain jamaah haji tamattu’ yang tidak mendapatkan hadyu (hewan sembelihan), sesuai ijma’ ulama, sebagaimana dalam hadis Nubaisyah Al Hudzali radhiyallahu’anhu :

أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر لله

Artinya : “Hari-hari tasyriq adalah hari-hari untuk makan, minum dan berzikir kepada Allah”. (HR Muslim : 1141).

Pengecualian berpuasa bagi jamaah haji dihari tasyrik

Adapun bagi seorang jamaah haji yang tidak mendapatkan hadyu ,maka diringankan baginya untuk mengganti hadyu tersebut dengan puasa tiga hari semasa haji di dalam hari-hari tasyriq sesuai ucapan Aisyah dan Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma bahwa mereka berdua berkata :

لمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ
Artinya ; “Tidak dibolehkan berpuasa dihari-hari tasyriq untuk puasa kecuali bagi (jamaah haji) yang tidak mendapatkan hadyu”.( HR Bukhari : 1997 dan 1998).

Puasa 9 hari awal Dzulhijjah telah diriwayatkan juga dari amalan para sahabat seperti Umar radhiyallahu’anhu, bahkan para ulama dari kalangan sahabat, tabi’in dan setelah mereka sepakat akan sunatnya puasa 9 hari awal Dzulhijjah ini.

 

kata kunci : puasa sembilan hari puasa sembilan hari puasa sembilan hari

 

Baca Juga >>

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Pelaksanaan Puasa Asyura

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »