Teman setia

Romantisme Ukhrawi Dalam Rumah Tangga

Apr 21 • Keluarga Sakinah • 257 Views • No Comments on Romantisme Ukhrawi Dalam Rumah Tangga

Oleh :Ustadz Maulana La Eda, Lc.

Tatkala Abu Darda’ radhiyallahu’anhu menderita sakit diakhir hayatnya, berujarlah sang istri tercinta, Ummu Darda’ ash-Shugra rahimahallah dengan satu pinta suci,

Abu Darda’ hanya menyahut, “Kalau begitu, maka janganlah menikah lagi sepeninggalku”. (Lihat: Siyar A’laam an-Nubalaa’; 4/278).

Permohonan sederhana nan indah dari Ummu Darda’ ini melukiskan betapa indahnya biduk rumah tangga yang terbingkai oleh hiasan iman, taqwa dan ketaatan. Sebaliknya permohonan Abu Darda’ yang tak kalah sederhananya, juga menggambarkan pada kita tentang indahnya bayang-bayang cinta kasih yang terjalin antara keduanya, hingga saat keduanya terpisahkan oleh takdir ajal.

Dalam majelis kajian Syarah Kitab al-Adab al-Mufrad di Masjid Nabawi, tatkala Syaikh Prof. Dr. Anis Thahir hafidzhahullah menukilkan kisah ini di hadapan murid-muridnya, dengan tersenyum beliau lantas memotivasi agar pasutri yang telah membangun biduk rumah tangga mesti meneladani roamntisme yang terjadi antara Abu Darda’ dan Ummu Darda’ ini, dengan selalu saling memperdengarkan ucapan doa kebaikan dunia akhirat baik dalam suasana canda tawa keromantisan ataupun dalam menghadapi berbagai derita kehidupan.

Tentunya, tidak hanya itu, tapi kisah Sang ‘Alim Abu Darda’ dan Sang Jelita Ummu Darda’ radhiyallahu’anhuma di atas juga memberikan inspirasi bagi kita bahwa romantisme terindah tidak hanya terletak pada sisi materi, kata-kata puitis, canda tawa, dan sederet trik keromantisan duniawi lainnya. Namun lebih dari itu, romantisme antara pasutri tidak akan sempurna, bahkan tak kan memberikan curahan banyak keberkahan dan rahmat kecuali bila keromantisan itu dilengkapi dengan romantisme yang berorientasi pada akhirat, sikap taqwa, dan penyucian jiwa (tazkiyatunnafs) baik dengan saling ‘mendendangkan’ doa tatkala berdua, duduk berdua saling mengevaluasi ibadah dan kepribadian, mengerjakan ibadah dan ketaatan tertentu secara bersama-sama, ataupun jenis sisi keromantisan ukhrawi atau agamis lainnya.

 

Baca Juga:

Generasi Pembuka Roma

Mengajarkan Akhlak pada Anak

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »