Penyebab futur

Sebab Lemahnya Iman : Futur yang terus menerus

Nov 4 • Qalbu, Tarbiyah • 515 Views • No Comments on Sebab Lemahnya Iman : Futur yang terus menerus

salah satu penyebab lemahnya iman adalah futur terus menerus.

Defenisi Futur

Futur memiliki dua arti yaitu :

Pertama : terhenti setelah melakukan terus menerus dan berdiam setelah bergerak

Kedua: malas jemu atau menunda-nunda atau lamban setelah semangat dan bersungguh-sungguh

Dengan demikian Futur ini terbagi menjadi dua, yaitu : malas dan terhenti. Malas akan selalu menimpa manusia dan kondisi manusia sudah pasti akan mengalami kemalasan, akan tetapi hal itu tidak selalu menyertai orang yang beriman, karena seorang mukmin tidak akan rela jika dirinya berdiam tanpa pekerjaan, dan sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘alihi wa sallam dalam doanya memohon perlindungan kepada Allah Shubhana wa ta ‘ala dari sikap malas, maka dalam doanya beliau bersabda,

Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali,

Artinya : “Ya Allah Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari sifat lemah dan malas “

Sedang yang dimaksud dengan terhenti (tidak aktif) adalah terhentinya seseorang dari bekerja. Sikap futur (rasa jemu dan jenuh) yang sewaktu-waktu menimpa diri seseorang ahli ibadah, karena Sesungguhnya setiap pekerjaan (pasti menimbulkan) kejenuhan Rasulullah Shalallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

“ Sesungguhnya setiap pekerjaan itu memiliki masa semangat dan keseriusan, dan setiap semangat dan keseriusan itu memiliki batas waktu,  maka barangsiapa yang batas waktunya pada sunnahku, maka ia telah mendapatkan petunjuk dan barangsiapa yang kejenuhannya kepada selain itu, maka ia telah binasa”

Hati manusia selalu memiliki keadaan maju dan mundur, ketika seseorang yang bersikap konsisten mengalami malas dan jenuh (future) maka hal ini merupakan sesuatu yang alami dan biasa, akan tetapi bahaya besar akan terjadi, jika sikap malas dan jamu ini terus berkepanjangan, apalagi sampai taraf Meninggalkan ibadah-ibadah wajib dan sunnah dan banyak meninggalkan ketaatan kepada Allah Shubhana wa ta ‘ala,  dan kondisi seperti ini dapat menyebabkan kelemahan, dan kadang futur meningkat sampai kepada Taraf tidak aktif sama sekali. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang terlanda sifat futur antara lain:

Berlebih-lebihan (ekstrim) dalam beragama

Sikap ini merupakan suatu sikap tercela, sebab agama adalah ringan dan mudah, semakin seseorang mempersulit agamanya, maka akan dipersulit oleh agama. Agama ini kokoh dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan beragama adalah perlu, karena kita adalah umat pertengahan (sederhana) yaitu umat yang penuh rahmat. Barangsiapa yang hendak mengetahui hal itu, maka hendaknya ia membaca sejarah hidup manusia terbaik, yaitu Nabi Muhammad

Berlebih lebihan dalam hal mubah

Yaitu dalam hal makan, minum, berpakaian, dan kendaraan, setiap kali manusia melampaui batas dalam melakukan suatu perbuatan mubah, maka ia telah kehilangan nikmat ketaatan, karena orang yang melampaui batas dalam hal makan, minum, berpakaian dan kendaraan serta perbuatan mubah lainnya, maka ia akan terserang wabah penyakit malas, dan ia merasa berat dalam melaksanakan ketaatan dimana semua hal itu akan menyebabkan future ( lemah semangat) . Syaqiq Al-Balkhi  berkata “ibadah adalah pekerjaan , kedainya adalah khalwah (menyendiri) dan alatnya adalah rasa lapar”

Enggan hidup berjamaah dan lebih suka hidup menyendiri

Sesungguhnya serigala akan memangsa domba yang menyendiri, setiap kali manusia hidup menyendiri dan meninggal meninggalkan saudara-saudaranya, maka dia akan mengalami future. karena sesungguhnya manusia akan lemah semangat bila hidup menyendiri dan penuh gairah hidup bersama saudara-saudaranya. Sesungguhnya perjalanan hidup ini berat, membutuhkan pembaruan, semangat baru , dan mengasah kemauan; dan hal ini tidak mungkin didapati manusia kecuali dengan hidup bersahabat serta berjamaah yang tulus. Jika seseorang yang bersikap konsisten (Multazim) harus menjauhi saudara-saudaranya, maka dirinya tidak akan selamat dari keputusasaan, kepenatan, dan kebosanan.

 Minimnya ketaatan

Seperti jarang melaksanakan salat wajib dengan berjamaah bersama kaum muslimin, malas melaksanakan shalat, tidak memperhatikan rukun dan syarat shalat, menyiakan waktu dan menjauhi membaca Al-Quran. sedangkan cara mengatasi semua hal itu adalah dengan melaksanakan kedua hal di bawah ini,

yaitu pertama: tidak berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam beragama dan kedua: meninggalkan perbuatan maksiat dan kemungkaran.

(disalin dari buku 31 sebab lemahnya Iman oleh Husain Muhammad Syahir, terbitan DH)

[kata : penyebab futur penyebab futur penyebab futur]

 

Baca Juga :

Kerusakan Moral dan Penyimpangan Perilaku Anak

Perkara Yang Termasuk Dosa Besar

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »