Sepucuk Surat Cinta Dari Langit [Kutipan Buku]

Nov 28 • Ibadah, Qalbu • 746 Views • No Comments on Sepucuk Surat Cinta Dari Langit [Kutipan Buku]

Oleh : Abu Ukkasyah Wahyu al-Munawy

Inilah penjelasan dari sepucuk surat cinta yang pernah diturunkan dari langit. Surat yang agung, yang menghidupkan kembali jiwa yang sempat mati karena gelapnya jahiliah, menerangi jalan-jalan yang sebelumnya disesaki kegelapan, menyelusup ke dalam relung jiwa yang takut akan keagunganNya, hingga akhirnya mengukuhkan derap langkah mereka yang senantiasa mengharapkan perjumpaan dengan-Nya.

Sepucuk surat cinta. Terkirim lewat perantara malaikat paling mulia di langit sana, kepada sang hamba paling mulia di bumi sini. Berisi tujuh pesan cinta yang memesona. Menggetarkan hati merekayang membacanya, meruahkan air mata saat-saat menghayati kandungannya, penambah sekaligus penguat keimanan bagi setiap hamba yang mengikrarkan syahadat kepadaNya.

Sepucuk surat cinta. Dengan tujuh ayat cinta. Kedalaman maknanya menggumamkan ketakjuban luar biasa, indah, tertata susunan kalimatnya, dengan diksi yang tak biasa: benar-benar beda dengan karya tangan manusia. Di dalamnya, cinta menjelma jadi nyata, berlimpah rahmah dan welas asih, dari Allah Sang Maha Cinta.
Bagi mereka yang jujur menilai, akan berkata serupa dengan ungkapan kafir Quraisy dulu, “Ini jelas bukan kata-kata manusia.”

Cinta Allah pada makhlukNya, terkhusus pada manusia tak perlu diragukan, begitu besar dan tak terhingga. Karena itulah Dia menurunkan surat cinta ini, agar kita memahami dan mengetahui diriNya dengan sebenar-benarnya.

Setiap insan tentu berharap meraih keagungan cintaNya, sebab ia dapat menghidupkan jiwa-jiwa yang telah lama mati terkubur dalam reruntuhan tanah, mengubah keadaan hidup dalam sekejap mata, lalu menghantarkan ruh dan raga ke alam bahagiaNya, surga yang indah itu. Memang, Dialah Sang Empunya surga itu.

Ia pernah mengirim sepucuk surat cinta. Dari surat itu kita dapat memahami diriNya, siapa Dia, bagaimana Dia, bagaimana cintaNya, seperti apa cintaNya, hingga kita bisa menghubungkan seluruh aturan dan syariatNya dengan luasnya kasih dan sayangNya.

Sungguh, jika kita telah memahami kandungan sepucuk surat cinta itu, niscaya kita akan memahami seluruh aturan yang dibuatNya, tanpa ragu sedikit pun dengannya, tanpa khawatir disakiti atau menyakiti, diri sendiri ataupun orang lain. Namun, jika kita tidak jua memahaminya, niscaya kita tidak mampu mengenaliNya dengan baik, hati ini akan terkunci rapat oleh syubhat keraguan dan syahwat hati yang tersembunyi, yang bisa saja mengeraskannya lalu mematikannya dalam fatamorgana keindahan yang menyesatkan.

Inilah isyarat penting dan rahasia Rabbani mengapa ia diletakkan di awal kitab suciNya, serta mengapa ia harus selalu dibaca pada setiap rakaat shalat. Tujuannya, agar orang-orang benar-benar dapat mengenali siapa diriNya, bagaimana kekuasaanNya, cinta kasih sayangNya, serta aturan dan kerajaanNya. Sebab seseorang akan kesulitan memahami diri dan aturan-aturanNya jika tidak memahami kandungan dari sepucuk surat cinta itu.

Sepucuk surat itu bernama al-Fatihah. Surat yang paling mulia di dalam al-Qur’an, mengandung tujuh ayat cinta yang dibaca berulang-ulang. Tidak akan benar dan tidak pula diterima shalat seorang hamba, kecuali dengan membacanya.

Washalillahumma ‘ala Nabiyyina Muhammad, wa’ala ‘alihi washahbihi ajma’in…

Bagi yang berminat membeli buku “Sepucuk cinta dari langit”  Telp./SMS/WA ke : 0853-3830-6425 Harga, Rp 30.000,-

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »