Shalat Tidak Menghadap Kiblat, Apakah Diulangi?

Jan 30 • Ibadah • 62 Views • No Comments on Shalat Tidak Menghadap Kiblat, Apakah Diulangi?

Dari Amir bin Rabi’ah -radhiyallahu’anhu- berkata:

‎كُنَّا مَعَ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي لَيْلَةٍ مَظْلَمَةٍ فَأَشْكَلَتْ عَلَيْنَا اَلْقِبْلَةُ فَصَلَّيْنَا . فَلَمَّا طَلَعَتِ اَلشَّمْسُ إِذَا نَحْنُ صَلَّيْنَا إِلَى غَيْرِ اَلْقِبْلَةِ فَنَزَلَتْ : (فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اَللَّهِ )

 

Artinya : “ Kami pernah bersama Nabi dalam suatu malam yang gelap maka kami kesulitan menentukan arah kiblat lalu kami shalat. Ketika matahari terbit ternyata kami telah shalat ke arah yang bukan kiblat maka turunlah ayat (Kemana saja kamu menghadap maka disanalah wajah Allah)”

(HR. Al-Tirmidzi dan hadis ini dhaif menurutnya).

 

Pelajaran hadist:

  • 1. Hadis ini dhaif, dalam sanadnya ada ‘Āshim bin ‘Ubaidullāh

 

  • 2. Menghadap kiblat adalah syarat sahnya shalat fadhu, maka harus bersungguh-sungguh menentukan arah kiblat sebelum shalat, baik dengan melihat tanda-tanda atau memakai alat bantu lainnya.

 

  • 3. Patokan menghadap kiblat adalah dada, maka wajib menghadapkannya pas ke ka’bah jika di dalam masjidil haram, adapun jika di luar masjidil haram atau jauh dari makkah maka cukup menghadap ke arahnya saja.

 

  • 4. Apa hukum shalat seseorang yang setelah shalat terbukti bahwa ternyata dia tidak menghadap ke kiblat?

[Lihat Pula : Karomah dari Allah]

Jika berpaling dari kiblat sedikit (kurang dari 90 derajat) maka shalatnya sah dan tidak perlu mengulangi menurut kesepakatan ulama, namun jika berpalingnya banyak (90 derajat atau lebih) maka berikut rinciannya:

 

* Jika ia shalat tanpa menentukan arah kiblat sebelumnya, maka harus mengulangi shalatnya.

 

*Jika sebelum shalat ia sudah berusaha dan bersunguh-sungguh (ijtihad) menentukan arah kiblat, maka ulama berbeda pendapat  sebagai berikut:

 

1) Mahzab Hanafiyyah dan Hanabilah, tidak perlu mengulangi shalat, dalilnya berdasarkan keumuman hadis ini.

 

2)Mahzab Malikiyyah dan Syafi’iyyah, harus mengulangi shalatnya, adapun hadis di atas adalah dhaif.

 

Ditulis oleh Al-Ustadz Abul Qasim Ayyub Soebandi, Lc.

(Alumni Fakultas Hadits Islamic University of Madinah, Dosen STIBA Makassar)

 

Group WA Belajar Islam Intensif

[Lihat : Bulughul_Maram , Kitab_Shalat Bab_Syarat_Syarat_Shalat]

Demikianlah sekelumit tentang tulisan mengahdap kiblat ketika shalat

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »