shalat dhuha

Sholat Dhuha

Nov 15 • Ibadah • 467 Views • 1 Comment on Sholat Dhuha

Hukum Sholat Dhuha

Shalat dhuha hukumnya Sunnah Muakkad yang ditekankan, Karena Nabi shalallahu alihi wa sallam melakukannya menganjurkan para sahabat beliau untuk melakukannya dan menjadikan sebagai wasiat. Wasiat yang diberikan untuk satu orang oleh Beliau berarti juga wasiat untuk seluruh umat kecuali bila ada Dalil yang menunjukkan kekhususan hukumnya bagi orang tersebut. Dasarnya adalah Hadits Abu Hurairah Rhadiallhu anhu yang menceritakan : kekasihku Rasulullah shalallahu alihi wa sallam memberi wasiat kepadaku tentang tiga hal yang tidak pernah kutinggalkan hingga meninggal dunia, Puasa tiga hari dalam sebulan, dua rakaat shalat dhuha, dan hanya tidur setelah melakukan shalat witir

 

Dan hadits Abu Darda berkata:  kekasihku mewasiatkan tiga hal yang tidak akan saya tinggalkan selama hidup: Puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha dan tidak tidur sehingga saya terdahulu sholat witir .

Syaikh Abdul Aziz Bin Baz menyatakan kedua hadits shohih ini adalah hujjah yang kuat yang menunjukkan disyariatkannya salat duha. Bahkan hukumnya adalah sunnah muakkad, karena nabi mewasiatkannya kepada seseorang, berarti itu merupakan wasiat untuk seluruh umat nya bukan khusus bagi orang itu saja, Kecuali bila ada Dalil yang menunjukkan kekhususannya. Demikian juga halnya dengan perintah dan larangan beliau maka hukumnya adalah umum kecuali bila ada dalil yang mengkhususkan nya,  Misalnya Ketika Nabi shalallahu alihi wa sallam menyatakan “ini khusus bagimu saja “ keberadaan Nabi shalallahu alihi wa sallam yang tidak melakukannya secara rutin tidaklah menghilangkan sunnah perbuatan itu. Karena terkadang Nabi shalallahu alihi wa sallam mengerjakan suatu perbuatan untuk menunjukkan bahwa perbuatan itu disyariatkan, lalu terkadang beliau meninggalkannya untuk menunjukkan bahwa perbuatan itu tidaklah wajib.

 

Imam An-Nawawi rahimahullah mengunggulkan pendapat bahwa salat dhuha itu hukumnya Sunnah Muakkad. setelah beliau mengabarkan hadits-hadits dalam persoalan itu. beliu yang menyatakan hadits-hadits itu semuanya sejalan. Tidak ada pertentangan diantaranya bila diteliti walhasil bahwa shalat dhuha itu adalah sunnah muakkad.

 

Yang benar bahwa melakukannya secara rutin adalah sunnah muakkad, karena adanya wasiat Nabi shalallahu alihi wa sallam  dan penjelasan beliau tentang keutamaannya bahkan Nabi sendiri rutin melakukannya sebagaimana, dalam hadits Aisyah. Ketika Aisyah ditanya tentang berapa jumlah rakaat yang biasa dilakukan oleh Nabi dalam salat dhuha, Aisyah menjawab 4 rakaat dan beliau tambahkan tergantung kehendak .. dalam riwayat lain sesuai yang beliau kehendaki.

 

Keutamaan Shalat Dhuha

Terdapat.. dalam hadits-hadits Shahih diatas dan hadis-hadis berikut :

 

  1. Hadits Abu Dzar dari Nabi shalallahu alihi wa sallam bahwa beliau bersabda: Pada setiap pagi, setiap sendi tubuh bani adam harus bersedekah. Setiap tasbih bisa menjadi sedekah, setiap tahmid bisa menjadi sedekah, setiap tahlil bisa menjadi Sedekah, setiap takbir bisa menjadi sedekah, setiap Amar ma’ruf nahi mungkar juga bisa menjadi sedekah. Semua itu dapat digantikan dengan dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha

 

  1. Hadits Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa Rasulullah shalallahu alihi wa sallam bersabda : Manusia memiliki 360 sendi dalam tubuhnya, hendaknya ia bersedekah untuk semua sendi tersebut. Para sahabat bertanya siapa diantara kita yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah? beliau menjawab: Dahak dalam masjid yang engkau pendam dalam tanah, sesuatu yang engkau singkirkan dari jalan bisa menjadi sedekah, Jika tidak bisa dilakukan dapat diganti dengan 2 rakaat diwaktu dhuha itu sudah cukup (HR. Abu Daud)

 

Hadits Nuaim Bin Hammar yang menceritakan aku pernah mendengar Rasulullah shalallahu alihi wa sallam bersabda : Allah berfirman wahai anak Adam janganlah engkau merasa tidak mampu melakukan 4 rakaat diawal siang untuk diriku karena aku akan mencukupkan dengan untuk sisa akhir waktunya

 

Hadits Buraidah dan Abu Dzar yang menceritakan bahwa Rasulullah shalallahu alihi wa sallam bersabda Allah berfirman:  wahai anak Adam lakukanlah shalat 4 rakaat diawal siang aku akan mencukupkan diakhirnya

Hadits Anas Bin Malik tentang keutamaan salat Dhuha bagi orang yang dimasjid sesudah subuh hingga terbit matahari Rasulullah shalallahu alihi wa sallam bersabda:  Barangsiapa yang melakukan salat subuh berjamaah kemudian duduk dan berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari Kemudian Ia sholat 2 rakaat ia akan memperoleh pahala ibadah haji dan umroh sempurna, sempurna, sempurna, dan sempurna. (HR. Tirmidzi)

 

Dalam sebuah hadis sahih diriwayatkan bahwa Nabi shalallahu alihi wa sallam apabila sudah melakukan salat subuh,beliau duduk ditempat salat beliau hingga matahari benar-benar terbit.

baca Juga:

Keutamaan Shalat malam

Shalat ‘Ied Penuh Makna

 

 

Related Posts

One Response to Sholat Dhuha

  1. makasih infonya admin sangat membantu sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »