Sibuk Dengan Hal Yang Bermanfaat

Jan 29 • Muamalah, Tarbiyah • 76 Views • No Comments on Sibuk Dengan Hal Yang Bermanfaat

Atsar salafus shalih

Atsar Pertama

Berkata Umar Bin khattab “Janganlah kamu bertanya tentang sesuatu yg belum terjadi, karena sesuatu yang akan terjadi maka Allah pasti akan memberi pertolongn, sebaliknya apabila kalian memberat-beratkan  diri dengan yang belum tejadi maka kalian akan disandarkan / digantungkan kepadanya”  [Imam Ibnu Batthah; Ibanah]

 

Pelajaran:

a). Apa yang Allah berikan pada kita maka tawakkallah pada Allah karena Allah juga akan menolong kita.

b). Diantara dzikir yg hendaknya senantiasa kita jaga adalah “yaa hayyu yaa qayyum birahmatika astaghiitsu ashlih lii sya’nii kullahu walaa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin”.

 

Atsar Kedua

Suatu ketika Ali pernah berkata: “Bertanyalah kepadaku apa yang kalian inginkan?”, maka Ibnu Qawa berkata : “Apakah daerah hitam pada bulan itu? Maka Ali berkata “Itu adalah milik Allah” Maukah kamu bertanya tentang apa yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratmu? Beliau kemudian melanjutkan bahwa daerah hitam itu adalah penghapus malam.

Dalam riwayat lain orang itu bertanya: “Apa makna firman Allah “Falhaamilaati wiqra” (dan demi Awan yang mengandung hujan), Ali menyahut “celakalah kamu, bertanyalah untuk tau dan jangan bertanya untuk sombong, tanyalah yang berguna dan tinggalkan yang tidak penting bagimu”

 

Atsar Ke Tiga

Dari Masruq Ibnul Ajda’ (tabi’in) saya pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’b (tentang sesuatu), beliau menjawab “apakah sudah terjadi?” Masruq berkata: “Belum”, Ubay berkata: “biarlah sampai terjadi terlebih dulu, dan kalau sudah terjadi baru kita akan berijtihad”

Pelajaran yang dipetik adalah : Handaknya kita manfaatkan waktu untuk yang hal yang bermanfaat

Atsar ke Empat

Zaid bin tsabit pernah ditanya tentang sesuatu, (lalu beliau balik bertanya ke si penanya) beliau menjawab: “Apakah sudah terjadi?”, dikatakan padanya: “belum, kalau begitu biarkanlah hingga masalah itu terjadi, Karena orang-orang dahulu mengalami kemunduran dikarenakan mengukur sesuatu yang belum terjadi dengan yang sudah terjadi, dan terus demikian hingga  mereka meninggalkan agama mereka”

Pelajaran:

(a). Inilah kebiasaan para sahabat yang mana mereka tidak akan menjawab sesuatu yang belum terjadi.

(b). Jangan menunda-nunda pekerjaan,karena hal  itu adalah sifat yang tercela (termasuk godaan  syaithan / tashwif)

(C). Hasan Al Bashri berkata : wahai anak adam umur kalian ibarat lembaran-lembaran hari jika telah berlalu maka tidak akan kembali

(D). Hasan Al Banna berkata: Janganlah menunda-nunda pekerjaan hingga hari esok

[Lihat Juga : Jangan mencela saudaramu karena masa lalunya]

Atsar kelima

Abdullah bin Mas’ud : “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka Allah Akan meluruskan jalannya dan menjadikan semua pertanyaannya pada hal yang berguna dan menjadikan ilmunya pada hal yang bermanfaat”

Imam adzahabi berkata tentang Imam Ibnu Mubarak, bahwa beliau:  ‘alimun, jawadu, mujahidun. Imam Ibnu Mubarak pernah ditanya “sampai kapan kita menuntut ilmu?” Beliau menjawab: “sampai saya mendapatkan ilmu yang mengantarkan saya ke surga”

(a) . Terkadang ada amalan kecil bisa mengantarkan seseorang ke surga, seperti bilal sang muadzin, dimana menjadi muadzim adalah amalan yang banyak keutamaannya, tapi justru yang mengantarkan beliau ke surga adalah amalan wudhu.

(b). kita masih punya kesempatan masuk surga, maka carilah amalan-amalan yang bisa diandalkan dan amalan tersebut rahasia bagi orang lain, seperti: shalat, membersihkan masjid, dll. Imam bukhari pernah dilihat oleh seseorang memungut sampah di Masjid dan bergegas keluar agar tidak ada yang melihat nya.

 

Atsar Keenam

Abu Darda berkata: Bentuk kecerdasan seseorang adalah sedikit bicara tentang hal-hal yang tidak penting

Seorang murid dari Syekh Bin baz Berkata: “Jika kami berkumpul dengan beliau _rahimahullah_ tidak ada hal lain yang menjadi bahan cerita kami melainkan ilmu”

 

[Ringkasan Tausiah Ust. Dr. Rahmat Abdurrahman, Lc., M.A. pada musyawarah karyawan DPP WI, Senin, 11 Jumadil Ula 1439 H – 29 Janiari 2018 M.]

[Lihat Juga: Bisakah kita hidup di Planet Mars]

Demikian lah artikel tentang sibuk dengan Hal yang bermanfaat mudah-mudahan kita sibuk dalam Hal yang bermanfaat karena sibuk dalam Hal yang bermanfaat adalah yang terbaik.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »