masuk surga

Surga Dan Pernikahan

Dec 28 • Keluarga Sakinah • 569 Views • No Comments on Surga Dan Pernikahan

Pernikahan memiliki kaitan erat dengan pintu surga. Bagaimana sifat pasangan hidup seseorang, itu salah satu yang akan menjadi penentu dapat memasuki surga. Olehnya Allah pernah berwasiat dalam firman-Nya:
وَلا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ*
“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”. (QS. Al-Baqarah: 221)
Selain larangan menikahi wanita dan laki-laki yang menyekutukan Allah, ayat ini menyiratkan beberapa faidah diantaranya:
1. Allah menginginkan agar yang menjadi pasangan hidup hamba-Nya dari kalangan orang-orang yang baik. Baik dari sisi iman dan akhlaknya. Sebab pasangan hidup itu menjadi satu penghubung yang mengantarkan, mengarahkan dan mengajak kekasihnya menuju surga atau neraka.
Syaikh Abd Al-Rahman Bin Nashir Al-Sa’di rahimahullah berkata: “Hikmah dari pelarangan terhadap kaum muslim dan muslimah menikahi orang-orang yang menyelisihi mereka dalam agama adalah, firman Allah (yang artinya) “Mereka mengajak pada neraka” baik itu melalui perkataan, perbuatan, keadaan, dan kebersamaan dengan mereka akan memasukkan diri dalam keadaan yang berbahaya. Keadaan yang berbahaya ini bukan dalam masalah dunia, tapi kesengsaraan yang abadi“.[ Lihat: Tafsir al-Sa’di: 99]
2. Allah menginginkan agar pernikahan seseorang bersama pasangan hidupnya abadi hingga hari kiamat. Sebab berpisah dengan pasangan hidup itu hakikatnya merupakan sesuatu yang menyakitkan. Sementara baik atau buruknya agama pasangan hidup, bisa menjadi penentu apakah kedua insan itu dapat bertemu kembali di akhirat atau tidak.
3. Allah membenci sifat mengedepankan kepentingan duniawi (baik itu harta dan rupa seseorang) daripada melihat agamanya. Sebab baiknya rupa dan banyaknya harta  seseorang sedang ia memiliki agama yang buruk, hanyalah pasangan yang akan mengajak pada pintu-pintu neraka.
4. Ayat ini menunjukkan celaan Allah pada orang-orang yang lebih mendahulukan adat daripada agama. Adat manusia pada umumnya lebih mendahulukan kepentingan duniawi (harta dan rupa) yang membuat mereka lebih tertarik dalam memilih pasangan daripada mendahulukan baiknya agama.
5. Siapa yang berharap masuk surga bersama pasangan hidupnya, maka hendaklah ia melaksanakan wasiat Allah dalam pernikahan, yaitu menikah dengan mu’min atau mu’minah yang baik agamanya.
6. Ayat ini juga menyuratkan bahwa tingginya kedudukan seseorang di akhirat, dipengaruhi oleh pasangan hidupnya.
Sokkolia, 10 Rabiul Akhir 1439 H
Abu Ukkasyah Muhammad Ode Wahyu al-Munawy
kunci: masuk surga masuk surga

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »