shalat

Syarat Sah Shalat

Nov 27 • Ibadah • 64 Views • No Comments on Syarat Sah Shalat

Adapun syarat sah shalat adalah sebagai berikut:

1.Suci dari Hadats

Pengertian hadats ialah  suatu sifat yang ada pada diri seseorang yang menghalangi seseorang untuk shalat dan ibadah lainnya dimana syarat untuk menghilangkannya adalah dengan berwudhu. [kitab syarah ul mumti’ karya Syaikh ustaimin juz 1 halaman 25]

Hadats ada dua yakni hadats kecil dan besar. hadats kecil yaitu hadats yang mewajibkan wudhu(saperti buang air atau buang angin) . Adapun suci dari hadats besar yaitu hadats yang mewajibkan mandi karena  jinabah. Selain itu hal lain yang perlu untuk diperhatikan adalah suci dari kotoran yakni najis, baik pada pakaian, badan, maupun tempat shalat, berdasarkan Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

لا يقبل الله صلاة بغير طهور

“Allah tidak menerima shalat yang dilakukan tanpa bersuci” (HR. Muslim no. 224)

 

2.Menutup Aurat

Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala artinya:

 خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Hai anak Adam pakailah pakaianmu yang indah setiap memasuki masjid” (A’raf : 31)

 

Jadi shalat yang dilakukan dengan aurat yang terbuka dihukumi tidak sah, karena pakaian yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah pakaian yang menutupi aurat.

 

Batasan aurat laki-laki (dalam shalat) ialah bagian diantara pusar dan kedua lututnya (walaupun sebagian ulama memakhruhkan jika ketiak nampak), dan batasan aurat wanita (dalam shalat) adalah selain dari muka serta kedua telapak tangannya, berdasarkan sabda Rasulullah:

 

لا يقبل الله صلاة حاءىض إلا بخمار

 

 “Allah tidak akan menerima shalat wanita yang telah haid (baligh) kecuali dengan memakai kerudung (baju kurun)[hadits riwayat Abu Daud no.641]

 

Juga berdasarkan Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika ditanya mengenai shalat wanita yang memakai gamis dan jilbab tanpa disertai kain. Seraya bersabda:

 

إذا كان الدرع سابغ يغطي ظهور قد ميها

“Jika gamis itu panjang sehingga menutupi bagian atas kedua kakinya[HR. Abu Dud]

 

3.Menghadap kiblat

Dengan demikian, maka salat yang dilakukan tanpa menghadap ke arah kiblat dihukumi tidak sah. Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala

 

وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

Artinya “…Dan di mana saja kamu berada palingkanlah mukamu ke arah kiblat ke arahnya… [Al Baqarah :144]

 

Yakni ke arah Masjidil Haram (Ka’bah), kecuali bagi orang yang tidak dapat menghadap ke arahnya karena alasan takut atau sakit dan lain-lain, sehingga gugur darinya persyaratan tersebut karena ketidakmampuannya. sebagaimana seseorang yang sedang bepergian yang berada di atas punggung binatangya (kendaraannya), maka dibolehkan baginya mengerjakan shalat baik menghadap kiblat atau menghadap ke arah yang lainnya. Berdasarkan sebuah riwayat

“Bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menunaikan salat di atas punggung binatang kendaraannya, dimana saat itu beliau berangkat dari Mekah menuju Madinah, sehingga beliau menunaikannya ke arah mana saja binatang kendaraannya menghadap”[ Hadits Riwayat Muslim no.700]

[Lihat Minhajul Muslim bab Shalat karya syaikh  Abu Bakar Al-Jaza’iri ]

demikanlah sedikit tulisan tentang syarat sah shalat mudah-mudahan kita adalah orang-orang yang senantiasa melaksanakan syarat sah shalat .

#pengertianhadats

Baca Juga:

Waktu Shalat Witir

Shalat Dhuha

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »