Tadabbur Al Qur’an : Surah Yusuf ayat 22 dan 30

Aug 19 • Qalbu, Tarbiyah • 442 Views • No Comments on Tadabbur Al Qur’an : Surah Yusuf ayat 22 dan 30

Oleh : Abu Ukkasyah Wahyu Al-Munawy

 

(1). Surah Yusuf Ayat 22

Dalam Surah Yusuf Ayat 22 Allah azza wajalla berfirman:

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Dan tatkala dia cukup dewasa, kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS: Yusuf: 22)

Ayat ini mengisahkan Yusuf yang telah beranjak dewasa. Allah kemudian memilihnya menjadi Nabi, sebab maksud pemberian ilmu dan hikmah dalam ayat itu adalah kenabian, sebagaimana perkataan Ibnu Katsir rahimahullah.

Akan tetapi, kata hikmah, ilmu dan orang-orang yang berbuat baik dalam ayat ini sifatnya umum. Sehingga dapat dipahami bahwa semua orang yang berbuat baik akan dibalas dengan ilmu oleh Allah azza wajalla.

Lalu Mengapa Allah memberikan ilmu dan hikmah, bukan harta atau tahta?

Jawabannya, karena ilmu itu akan menjaga seseorang. Allah kan menjaga seseorang yang berbuat baik itu dengan ilmu yang Dia karuniakan kepadanya. Adapun harta, dia tidak menjaga seseorang, malah dialah yang butuh penjagaan, bahkan bisa menjadi fitnah baginya.

Ini merupakan diantara balasan terbaik bagi orang-orang yang berbuat baik.

Oleh karenanya, dengan ilmu yang merupakan karunia dari Allah itu, Yusuf berhasil membebaskan dirinya dari jeratan fitnah wanita yang begitu dahsyat.

Sebab setelah ayat ini, disebutkan bahwa Yusuf juga telah memiliki hasrat kepada wanita yang menggodanya, namun Allah menolongnya dengan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Tentu saja tanda-tanda kebesaran Allah itu dapat diketahui oleh Yusuf dengan ilmunya. Karena itu dia berhasil lolos dari fitnah tersebut.

Berbahagialah orang yang mendapat ilmu agama, sebab itu merupakan tanda bahwa Allah menginginkan kebaikan padanya dan menganggapnya sebagai seorang yang berbuat kebaikan.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang hendaki padanya kebaikan, niscaya Allah akan memahamkannya urusan agama”. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

(2). Surah Yusuf Ayat (30)

Allah azza wajalla berfirman:

وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلالٍ مُبِينٍ

Dan wanita-wanita di kota itu berkata, “Istri Al-Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujang itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.” (Yusuf: 30)

Sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir rahimahullah, Muhammad Ibnu Ishak rahimahullah berkata: “Telah sampai kepada mereka berita tentang ketampanan Yusuf, maka mereka ingin menyaksikannya. Lalu mereka melontarkan kata-kata tersebut sebagai siasat agar mereka dapat menyaksikan dan melihat dengan mata kepala mereka sendiri akan ketampanan Yusuf.” (Tafsir Ibnu Katsir)*

Dari sini kita pahami bahwa diantara sifat wanita ketika hendak menginginkan sesuatu adalah dia memintanya dengan bahasa isyarat. Maka hendaknya seorang suami memahami karakter wanita yang satu ini, karena begitulah wanita. Mereka malu untuk menyebutkan keinginannya secara langsung, karena itu mereka gunakan bahasa isyarat untuk meminta hal tersebut.

Karena itu, jika istri anda sering memuji-muji sesuatu, atau mengeluhkan sesuatu, pertanda dia menginginkan sesuatu itu. Misalnya dia mengatakan: “Sayang, indahnya baju ini”. Maka maksudnya, “Sayang tolong belikan baju ini”.

Atau dia mengatakan: “Kak, kulit tangan saya sudah mulai kasar karena nyuci.”

Dapat dipahami dia minta beli mesin cuci, biar nggak capek dan tangannya tetap halus. 🙂 🙂

Dan beberapa isyarat lainnya. Yaa begitulah wanita, pahami aja hehehe

———

Catatan kemerdekaan:

Merdeka itu adalah ketika kakimu telah kau pastikan dapat masuk ke dalam surga. Karena itu, perjuangan belum berakhir, teruslah istiqamah hingga Allah mencabut nyawamu dalam keadaan husnul khatimah.

Palembang, 18-8-2017

 

*Tafsir Via Android

Baca Juga >>

Batalkah Wudhu Jika Menyentuh Wanita?

Didiklah Anakmu dengan Hikmah!

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »