harapan tahun baru

Tahun Baru, Inikah Yang Kita Harapkan?

Dec 29 • Aqidah, Tarbiyah • 161 Views • No Comments on Tahun Baru, Inikah Yang Kita Harapkan?

Saat pergantian tahun esok, sebagian orang bersorak sorai bergembira. Mereka menyalakan kembang api, membisingkan langit dengan gemuruh ledakan petasan, lalu meneriakkan terompet yang saling bersahut-sahutan.
Lalu apakah yang menjadi sebab mereka melakukan semua ini?, Akankah ada harapan yang terpenuhi?
Saat pergantian tahun esok, mentari yang memancarkan cahyanya tetaplah ia yang tiap hari memancarkan cahyanya itu. Tatkala kita terbagun dari tidur, kita masih saja tetap berada pada ruang yang sama, yakni dunia. Kecuali jika  ruh benar-benar telah lepas sempurna dari jasad kita (mati).
Tahun baru, umur bertambah, mungkin lebih tua sehari, atau mungkin sebulan atau lebih dari itu. Disadari atau tidak, jatah hidup kita di dunia ini semakin berkurang, kesempatan untuk beribadah pun semakin berkurang. Semantra tak ada kepastian untuk kehidupan hari esok yang abadi, pada hari yang tak ada lagi kematian. Kebahagiaan yang abadikah atau kesengsaraan abadi dengan siksa pedih yang tak henti-hentinya.
Jadi, mengapa tidak memperbanyak istighfar dan bertaubat?
Tahun baru, apa yang kita harapkan darinya?
Hidup bahagia dengan kemewahan dunia, atau hidup bahagia dengan kedekatan bersama Sang Pemberi kebahagiaan itu?
Jika harapan kita adalah perubahan hidup menuju kebahagiaan dan kemewahan dunia, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya apa yang kita kehendaki itu tak dapat tercapai melainkan atas izin-Nya.
Tapi, jika harapan ita adalah perubahan hidup menuju kebahagiaan bersama Sang Pemberi kebahagiaan, maka sesungguhnya Dia amat senang dengan apa yang kita harapkan itu.
Mari bersegera, memperbaiki cara untuk mendapat kebahagiaan seperti yang Dia tuntunkan. Dengan niat yang benar dan cara yang benar, sesuai dengan kerdihaan-Nya, Bukan mengikuti cara orang-orang yang memusuhi agama-Nya.
Jika kita benar-benar yakin, bahwa ada kehidupan tanpa kematian setelah kehidupan dunia ini, maka persiapkanlah untuknya. Jika kita benar-benar yakin bahwa ada hari perhitungan amalan setelah kehidupan ini, maka berbekallah untuknya. Jika kita yakin adanya neraka yang siap menyiksa setiap orang yang menyelisihi perintah-Nya, mengapa kita tiada jua merasa takut?_
Bukankah surga hanya untuk orang-orang yang takut pada-Nya?
*جَزَآؤُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتُ عَدۡنٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ ذَٰلِكَ لِمَنۡ خَشِيَ رَبَّهُۥ ٨*
Artinya : “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ´Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya”. (QS. Al-Bayyinah: 8)
*وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ٤٠ فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٤١*
Artinya : “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)”. (QS. AN-Nazi’at: 40-41)
Jika kita benar-benar takut, maka buktikanlah. Malam tahun baru ini, kita ingin berada dijalan-Nya atau di jalan setan?
  11 Rabiul Akhir 1439 H
 Abu Ukkasyah Wahyu al-Munawy

kata kunci :harapan ditahun baru harapan ditahun baru harapan ditahun baru

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »