Teruslah Menyeru Pada Perbaikan Bangsa

Oct 2 • Aqidah, Muamalah, Uncategorized • 146 Views • No Comments on Teruslah Menyeru Pada Perbaikan Bangsa

Oleh : Mukran H. Usman

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ:

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Sebuah karunia yang agung, nikmat yang besar, keberuntungan yang tinggi, ketika Allah Ta’ala memberikan kepada bangsa ini kekayaan yang melimpah ruah, tanah yang subur, alam yang indah, harta benda yang tak terhitung, manusia-manusia yang berakhlak dan bermoral, dan beragam kekayaaan dan corak keindahan alam lainnya.

Dengan segala karunia yang Allah berikan kepada bangsa Indonesia, yang pada hakikatnya adalah untuk kemaslahatan dan kebaikan bangsa ini, maka kewajiban menjaga akan karunia dan memeliharanya menjadi tanggung jawab setiap individu, apatah lagi bila dia adalah seorang muslim.

Sehingga jamaah Jum’at yang berbahagia, bukanlah sesuatu yang Allah ridhoi, dan bukanlah sesuatu yang Allah cintai, ketika ada manusia dari bangsa ini yang melakukan  kerusakan atau kejahatan, baik dalam bentuk perbuatan, ataukah dalam bentuk ucapan atas karunia dan nikmat yang beragam dan bermacam-macam tersebut.

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Allah Ta’ala dalam al-Qur’an, dengan sangat jelas melarang segala bentuk perbuatan yang memberi dampak kerusakan pada alam dan manusia, sebagaimana dalam firman-Nya dalam surah al-A’raf ayat yang ke 85,

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ? ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Teruslah menjadi penyeru dalam perbaikan, teruslah berjuang untuk perbaikan, dan jadilah manusia yang berada pada barisan orang-orang yang melakukan perbaikan, karena barisan ini, pekerjaan ini, tugas ini, merupakan kerja dan tugas manusia-manusia mulia dari para nabi-nabi Allah. Bacalah dalam al-Qur’an, bagaimana para Nabi Allah terus menyeru kepada kaumnya, kepada bangsanya untuk melakukan perbaikan dan meninggalkan kerusakan.

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Dengarkanlah baik-baik, seruan dan ajakan kepada perbaikan yang disampaikan oleh para nabi-nabi Allah kepada kaumnya ;

Pertama : Seruan dan ajakan perbaikan Nabi Saleh kepada kaummya, yang kemudian Allah abadikan seruan tersebut dalam al-Qur’an surah al-Syu’ara ayat yang ke 150-152, Nabi Saleh mengatakan kepada kaumnya,

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ * وَلَا تُطِيعُوا أَمْرَ الْمُسْرِفِينَ * الَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ

“Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku, Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, Yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan”

Kedua : Seruan Nabi Syuaib kepada kaumnya untuk tidak melakukan kerusakan dan keburukan, sebagaimana dalam firman Allah dalam surah al-Ankabut ayat yang ke 36, Nabi Syuaib menyeru dengan mengatakan,

اعْبُدُوا اللَّهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْآخِرَ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

“Wahai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan”

Ketiga : Seruan Nabi Musa kepada bani Israil untuk tidak melakukan kerusakan di muka bumi, sebagaimana yang Allah abadikan seruan tersebut dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat yang ke 60, Nabi Musa menyeru dan mengatakan,

كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

“Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan”

Keempat : Seruan Nabi Musa secara khusus kepada Qorun, sebagaiamana yang Allah nyatakan dan abadikan dalam firman-Nya surah al-Qasas ayat yang ke 77, Nabi Musa mengatakan kepada Qorun,

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Demikianlah seruan dan ajakan perbaikan oleh para nabi-nabi Allah kepada kaumnya, ajakan yang begitu mulia, ajakan yang begitu agung, ajakan yang akan membawa manusia kepada kebahagiaan hidup dan ketentraman bangsa. Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai manusia-manusia yang senantiasa menyeru kepada perbaikan dan kebaikan, Amiin Yaa Rabbal Alamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيماً لشأنه، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Sifat suka melakukan perbaikan, apatah lagi perbaikan untuk umat dan bangsa, adalah merupakan sebuah karunia yang agung  yang Allah Ta’ala berikan kepada seorang manusia. Di antara kemuliaan tersebut jamaah Jum’at yang berbahagia adalah, orang yang senantiasa melakukan perbuatan perbaikan, maka Allah Ta’ala akan menghadirkan dalam dirinya ketenangan hidup, dan menjauhkannya darinya rasa sedih dan rasa takut dalam meniti kehidupan dunia. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah al-An’am ayat yang ke 48,

فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati”.

Dan sebagai penutup jamaah yang berbahagia, bahwa Allah Ta’ala tidak akan menghancurkan dan membinasakan suatu bangsa, ketika di dalam bangsa tersebut masih ada orang-orang yang terus melakukan dan menyeru kepada perbaikan, Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah Hud ayat yang ke 117,

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

“Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang melakukan perbaikan”.

Dan akhirnya  jamaah Jum’at yang berbahagia, marilah kita memperbanyak berdo’a di hari yang mulia ini dan agung ini,

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا وآخر دَعْوَانَا لله رَب الْعَالَميْنَ

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

«