Urgensi Tarbiyah Islamiyah (02)

Oct 20 • Tarbiyah • 2178 Views • No Comments on Urgensi Tarbiyah Islamiyah (02)

Oleh: Ustadz Muh. Qasim Saguni, MA

      Urgensi tarbiyah islamiyah (o2) i merupakan kelanjutan tulisan sebelumnnya Urgensi tarbiyah (01).

  1. Tarbiyah Islamiyah merupakan salah satu sarana(wadah) menuntut ilmu

Ilmu yang dimaksud disini adalah ilmu syar’i (ilmu agama). Ilmu Syar’i adalah kebutuhan asasi setiap manusia. Mengapa kita membutuhkan ilmu syar’i?

  1. Menuntut ilmu syar’i hukumnya wajib (fardu ‘ain)

Menurut para ulama, menuntut ilmu syar’i (ilmu agama) hukumnya fardhu ‘ain bukan fardu kifayah,

Selain itu, belajar juga membutuhkan wadah atau sarana untuk menuntut ilmu syar’i, Mengapa? Karena setiap orang akan terjatuh kedalam dosa jika meninggalkan kewajiban tersebut.

Rasululullah Shallallahu alaihi wa sallam  bersabda:

طَلَبُ الْعِلْم ِفَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. 

(HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Kitab Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)

Kesadaran menuntut ilmu akan mendorong kita untuk mencari dimana wadahnya.  Wadah yang mendukung untuk mendapatkan ilmu itu. Manusia yang hidup tanpa dituntun Oleh  ilmu syar’i, Maka pola hidupnya akan sama  dengan binatang, sebagaimana firman Allah dalam QS. 7 (Al-a’raf): 179.

Penjelasan QS. 7 (Al-a’raf): 179: Mengapa  manusia(jika hidup tanpa tuntunan ilmu) dikatakan lebih sesat daripada binatang?, karena binatang tidak akan dituntut nanti dihadapan Allah, binatang adalah makhluk yang tidak bersyari’at. Ketika binatang kawin, makan dan bergaul mereka tidak ada tuntutan syari’atnya. Mereka kawin dengan anak kandungnya sendiri dan hal itu tidak ada larangannya. Karena itulah Al-Qur’an diturunkan untuk manusia dan jin. Al Qur’an  tidak berlaku untuk binatang. Bisa dibayangkan jika  kita ditanya (oleh Allah) seperti itu,  apakah kita juga menjawab seperti binatang ? (Ulaaika humul ghaafilun) karena mereka itu lalai.

Dengan demikian kita membutuhkan ilmu syar’i. Sebab ilmu syar’i berfungsi menjaga eksistensi kemanusiaan. Derajat Manusia bisa saja jatuh kederajat yang lebih rendah. bahkan lebih rendah dari binatang ternak sekalipun. Olehnya itu dalam surah At-tiin Allah menyebutkan:

“ sesungguhnya Kami menciptkan manusia dengan fisik yang sebaik-baiknya”

Artinya fisik yang terbaik (anatomi tubuh yang terbaik)  dari seluruh ciptaan Allah adalah manusia. Akan tetapi, karena ketidaktahuan akan ilmu syar’i maka:

“tsumma radadnahu asfala saafilin =dan kami jatuhan mereka pada derajat yang paling rendah”

Karena itu, usaha untuk  mempertahankan derajat manusia agar tidak terjatuh adalah “illalladzina amanuu wa ‘amilusshalihaat”= iman dan amal shalih”

Iman dan amal shalih hanya bisa diraih dengan ilmu syar’i. Maka sangat tepat jika para ulama menetapkan bahwa menuntut ilmu syar’i adalah fardhu ‘ain (tidak bisa diwakilkan) kepada anak kita/teman kita. Jadi semuanya diwajibkan, dimana saja, merekapun wajib menuntut ilmu syar’i,

Tarbiyah adalah salah satu wadah menuntut ilmu syar’i. Karena menuntut Ilmu Syar’i adalah kewajiban. Maka, Siapapun  yang enggan dan menolak untuk belajar ilmu syar’i, maka ia berdosa seumur hidup.

  1. Berilmu sebelum berkata dan beramal

Ini adalah perkataan Imam Bukhari Rahimahullah dalam Kitab Shahih Al-Bukhari, salah satu judul bab dalam bukunya adalah:

اَلْعِلْمُ قَبْلَ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ

Ilmu dahulu sebelum berkata dan berbuat.”[Lihat Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Ilmu, Bab Al-‘Ilmu Qablal Qaul wal ‘Amal (I/119)]

Sebelum kita melakukan segalanya baik berupa niat, ucapan, perbuatan, tindakan dan sebelum melakukan apa saja, terlebih dahulu  kita harus berilmu.   Sebagaiman dalam firman Allah QS.17:36

Artinya :Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya”.

Penjelasan: ayat ini berisi larangan untuk memindahkan perkataan sebelum mengecek  dengan seksama suatu perkataan. Apalagi jika hal tersebut terkait  dengan hukum syari’at. Seperti menghukumi halal dan haram, mengatakan ini boleh dan itu tidak boleh. Ini menunjukan begitu pentingnya ilmu syar’i. Dan salah satu wadahnya adalah bertarbiyah. Semoga artikel urgensi tarbiyah islamiyah (02) ini bermamfaat.

 

Bersambung…….

>>Baca Juga:

Urgensi Tarbiyah Islamiyah (01)

Dua Pondasi kemuliaan dan Kejayaan (01)

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »