Urgensi tarbiyah

Urgensi Tarbiyah Islamiyah (03) : Tarbiyah Islamiyah adalah Mesin Pencetak Kader

Oct 30 • Tarbiyah • 1690 Views • 1 Comment on Urgensi Tarbiyah Islamiyah (03) : Tarbiyah Islamiyah adalah Mesin Pencetak Kader

Oleh: Ustadz Ir. Muh. Qasim Saguni, MA.

Tarbiyah ibarat mesin/pabrik yang berfungsi mencetak kader-kader dakwah dan pejuang-pejuang Islam. Kader Islam bukan Muslim biasa, namun Kader Islam yang pada hakikatnya adalah Muslim yang luar biasa. Sebab pada dirinya berpadu sifat-sifat dasar keislamanan (pemahaman Islam yang benar, aqidah, ibadah, akhlak yang mulia) dan karakter pejuang yang memiliki semangat berkorban dan kesungguhan bekerja untuk mewujudkan Izzul Islam wal Muslimin dalam bingkai jamaah (amal jama’i).

Jadi kalau kita menginginkan pertambahan jumlah manusia yang berkarakter baik dan berkualitas kader, maka harus digalakkan kegiatan tarbiyah islamiyah diberbagai tempat dan bisa menyentuh seluruh kalangan.

Ada dua alasan utama mengapa dibutuhkan adanya kader:

(1) Karena Kader adalah unsur perubah (agent of Change)

Kalau kita ditanya, apakah kita mau berubah? (khususnya pada kondisi negara kita), kita pasti menjawab iya. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan kearah yang lebih baik; dari ketidak amanan menjadi aman, dari merajalelanya kemaksiatan menjadi ketaatan. Dan dari kefakiran kepada kesejahteraa dan seterusnya.

Untuk merubah kondisi ini, dibutuhkan tenaga, itulah rijal (kader), perubahan  ini tidak akan muncul kalau tidak ada rijal, jadi janganlah kita terlalu banyak berharap akan adanya perubahan dalam negeri ini, kalau tidak bermunculan manusia-manusia yang berkualifikasi rijal. Dalam Al Qur’an disebutkan beberapa kata rijal, Allah sebutkan paling tidak ada empat ayat. (QS. 9: 108, 24:37, 33: 23,  4: 34 ). Yang dimaksud rijal dalam ayat-ayat ini adalah sahabat radhiyallahu’anhum. Mereka adalah contoh terbaik sekaligus patron manusia-manusia yang berkualifikasi Muslim Kader (Rijal).

(2) Dengan tersedianya Kader, maka kesinambungan dakwah akan terjaga

Mengapa kita membutuhkan mesin pencetak kader ini? Tujuannya karena untuk istimroriah da’wah. Untuk menjaga kesinambungan dakwah, dimana kader merupakan pelaku utamanya. Namun jika mesin pencetak kader ini mandek, maka dakwah akan mandek bahkan kemungkinan besar dakwah Islam akan berhenti. Termasuk dalam konteks ini adalah tarbiyah keluarga. jika tarbiyah dalam rumah tangga tidak berjalan maka keluarga tersebut bisa mengalami “kegersangan” sehingga sulit mencetak kader-kader pelanjut dakwah.

 

(3) Tarbiyah berfungsi menjaga dan meningkatkan keimanan

Diantara urgensi tarbiyah adalah menumbuhkan, meningkatkan, memelihara dan menambah Iman. Program tarbiyah adalah wadah atau sarana memelihara iman sehingga iman tetap dalam keadaan standar.

Tarbiyah dapat menjaga dan mengokohkan iman karena didalamnya sarat dengan program-program yang memelihara dan meningkatkan keimanan. Diantaranya bertemu orang-orang shalih, tadarrus dan tahfidz Al-Qur’an, nasihat murobbi (tutor), shalat berjama’ah, dan lain-lain.  Ibnu Qayyim Rahimahullah pernah berkata:

“Saya ini belum mendapatkan nasihat dari guru saya (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah-Rahimahullah), baru melihat wajahnya keimanan saya kembali menjadi standar.”

 

Ada beberapa alasan mengapa kita perlu memelihara dan memperkuat keimanan:

(a) Sifat Iman berfluktuasi

Karena iman berfluktuasi (turun-naik), maka iman setiap orang kadang bertambah dan berkurang(naik-turun). Keimanan bertambah naik ketika seseorang makin banyak melakukan ketaatan. Dan sebaliknya ia turun kalau seseorang  semakin banyak melakukan dosa dan kemaksiatan. Karena itu kita butuh wadah, kita butuh sarana agar iman bisa bertambah minimal dalam keadaan yang standar.

Tidak ada nikmat yang paling besar dari Allah kecuali nikmat iman. Meskipun dalam keadaan terpaksa, membuat kita harus memilih antara nikmat iman dan nikmat hidup. Artinya kondisi dimana anda diberikan pilihan ingin memilih hidup atau memilih iman. Para salafushaleh kita memberikan contoh. Disaat mereka lebih memilih iman-nya dan mereka tidak memilih hidup. Itulah sebabnya keluarga Yassir Radhiyallahu ‘Anhuma rela mengorbankan hidup mereka demi mempertahankan keimannya. Demikian pula Da’i yang rela mengorbankan hidupnya ditiang gantungan untuk mempertahankan imannya.

(b) Iman adalah syarat utama untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat

 Kita membutuhkan iman, karena iman merupakan syarat utama untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kebahagiaan yang hakiki tidak akan mungkin kita raih, jika kita tidak mempunyai iman. Sekalipun seluruh nikmat duniawi kita miliki. Namun kita tidak memiliki iman, maka kebahagiaan tidak akan kita raih.

Perumpamaan iman ibarat angka hidup (satu sampai sembilan). Sedangkan nikmat yang lainnya ibarat angka “nol”. Bagaimanapun banyaknya angka nol yang berhasil kita kumpulkan. Tetapi tidak  ada angka hidup  yang berada di samping angka nol-nol tersebut, maka pada hakikatnya tidak ada gunanya. Inilah pentingnya nilai iman. Allah Ta’ala berfirman dalam  QS. An Nahl/16 : 97,

مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ

وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”

Bersambung…….(bagian 04)

> Baca Juga:

Urgensi Tarbiyah

Urgensi Tarbiyah (02)

Related Posts

One Response to Urgensi Tarbiyah Islamiyah (03) : Tarbiyah Islamiyah adalah Mesin Pencetak Kader

  1. aburufaydah says:

    Sdh ada bagian 04 nya ustadz?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »