wudhu wajib

Wajibnya Wudhu Sebelum Shalat

Mar 23 • Ibadah • 117 Views • No Comments on Wajibnya Wudhu Sebelum Shalat

 

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا يقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Allah tidak akan menerima shalat salah seorang diantara kalian jika ia berhadats sampai ia berwudhu.” (HR. Bukhari & Muslim)

Pelajaran:

  1. Hadits ini menunjukkan bahwa bersuci hukumnya wajib bagi orang-orang yang dalam keadaan memiliki hadts jika ia hendak melakukan shalat.

 

  1. Dipahami dari mafhum mukhalafah hadits ini bahwa Allah akan menerima shalat orang-orang yang dalam keadaan suci walaupun ia belum berwudhu. Dapat diipahami pula bahwa memperbaharui wudhu setiap kali shalat hukumnya tidak wajib.

 

Syaikh Dr. Sa’ad Ibn Nashir Ibn Abdil Aziz hafizhahullah berkata:

 

ويفهم منه بمفهوم المخالفة أن العبد إذا لم يحدث فإن الله يقبل صلاته ولو لم يتوضأ ، فيؤخذ من هذا عدم وجوب الطهارة والوضوء لكل صلاة

 

“Dipahami dari mafhum mukhalafah pada hadits ini bahwasnya seorang hamba jika ia belum berhadats maka Allah akan menerima shalatnya walau ia tidak memperbaharui wudhunya. Dapat dipahami pula dari hadits ini bahwa memperbaharui thaharah dan wudhu setiap shalat hukumnya tidak wajib.” (Syarah Umdatul Ahkam Karya Syaikh Dr. Sa’ad Ibn Nashir Ibn Abdul Aziz : 1/15)

 

  1. Yang dimaksud dengan hadats adalah batalnya kesucian, dalam beberapa riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menafsirkan kata hadats dengan fusa (kentut yang tidak berbunyi) dan dhurath (kentut yang tidak berbunyi). Namun ini hanya dalam bentuk permisalan saja dan tidak menunjukkan keseluruhan hadats. Sebab kencing dan buang air besar juga merupakan hadats, atau hadats-hadats lainnya yang telah ditetapkan kehadatsannya melalui hadits-hadits yang lain. (Syarah Umdatul Ahkam karya Syaikh Dr. Sa’ad Ibn Nashir Ibn Abdul Aziz: 1/16)

[Baca Juga : Sarana Bersuci]

  1. Syaikh Abdullah Ibn Abdirrahman al-Jibrin rahimahullah berkata:

 

إن الحدث أمر معنوي يقوم بالبدن يمنع من الصلاة ومن الطواف ومن مس المصحف

 

“Hadats adalah sesuatu yang bersifat maknawi terdapat pada diri seseorang yang menghalangi seseorang untuk melakukan shalat, thawaf ataupun menyentuh mushaf.” (Syarah Umdatul Ahkam Karya Syaikh Abdullah Ibn Abirrahman al-Jibrin: 1/8 sesuai penomoran Maktabah Syamilah).

 

  1. Hadits ini menunjukkan bahwa kesucian merupakan syarat dari sahnya shalat.

 

  1. Yang dimaksud dengan hadats pada hadits ini adalah hadats asghar (kecil), sebab hadats ashghar hanya mewajibkan wudhu, sedangkan hadats akbar (besar) mengharuskan mandi dan tidak cukup jika hanya dengan wudhu.

 

Sumber: http://www.almunawy.com/2016/11/syarah-umdatul-ahkam-hadits-ke-2.html

[oleh : Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy – Alumni Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum Islam al-Ma’had al-Ali Liddiraasaat al-Islamiyah Wallugah al-Arabiyah (STIBA) Makassar]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »