Wanita Dan Rasa Malu

Jan 1 • Muamalah • 2003 Views • No Comments on Wanita Dan Rasa Malu

Sesungguhnya kemuliaan seorang wanita terletak pada rasa malunya. Semakin baik seorang wanita menjaga rasa malunya, maka akan semakin baik pula akhlaknya dan semakin tinggi kemuliaannya. Sifat ini hakikatnya tidak hanya menjadi perhiasan bagi kaum wanita, namun juga perhiasan bagi kaum pria. Oleh karena tingginya kedudukan rasa malu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

*إن لكل دين خلقا . وخلق الإسلام الحياء*

Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak (yang paling menonjol) dalam islam adalah rasa malu”. (HR. Malik dan Ibnu Majah, di hasankan oleh Syaikh al-Albani)

Menjaga rasa malu merupakan tabiat wanita-wanita mulia sejak zaman dahulu. Allah Azza wajalla memuji istri Nabi Musa dan mengabadikannya didalam Al-Qur’an karena memiliki sifat malu. Allah Azza wajalla berfirman:

*فَجَآءَتۡهُ إِحۡدَىٰهُمَا تَمۡشِي عَلَى ٱسۡتِحۡيَآءٖ قَالَتۡ إِنَّ أَبِي يَدۡعُوكَ لِيَجۡزِيَكَ أَجۡرَ مَا سَقَيۡتَ لَنَاۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيۡهِ ٱلۡقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفۡۖ نَجَوۡتَ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ٢٥*

“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan penuh rasa malu, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu´aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu´aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”. (QS. AL-Qashash: 25)

<Lihat Pula: Batasan Aurat Wanita>

Karena mempertahankan sifat malu pula, dahulu kaum muslimin hendak berperang melawan orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’ yang melecehkan seorang wanita.

Dikisahkan bahwasanya dahulu ada seorang wanita dengan mengenakan jilbabnya datang ke pasar Yahudi untuk menjual perhiasan. Diapun kemudian duduk dekat penjual perhiasan lalu orang-orang Yahudi membujuk wanita ini untuk melepas penutup wajahnya dan memperlihatkan wajahnya. Akan tetapi ia enggan untuk melepaskannya. Lalu dengan diam-diam tukang perhiasan itu sengaja mengikat ujung pakaian wanita itu di belakangnya, hingga ketika dia berdiri terlihatlah auratnya. Seketika itu orang-orang Yahudi menertawainya hingga dia berteriak.

Maka datanglah seorang laki-laki muslim dan membunuh Yahudi tukang perhiasan tersebut. Lalu orang-orang Yahudi marah dan membunuh laki-laki muslim tersebut. Kejadian ini akhirnya disebarkan oleh kaum muslimin hingga membuat marah mereka dan akhirnya merekapun siap menyerang orang-orang Yahudi tersebut. [al-Rahiq al-Makhtum: 245-246]

Musuh-musuh islam selalu berupaya mendakwahkan agar wanita muslimah menghilangkan rasa malunya. Sebab mereka mengetahui bahwa ketika wanita muslimah mampu menjaga rasa malunya, akan terjaga iffah (kehormatan) mereka dan akan kuatlah masyarakat islam.

Syaikh Muhammad bin Nashir Al-Uraini rahimahullah berkata:

إن الأعداء ومن سلك مسلكهم يدركون أن المرأة المسلمة العفيفة من أعظم أسباب القوة في المجتمع الإسلامي فكان جل همهم التخطيط المنظم لشل حركتها والزج بها في مواطو الفتنة والخنا

“Sesungguhnya musuh-musuh islam dan orang-orang yang menempuh jalan mereka mengetahui bahwa wanita muslimah yang afifah (menjaga kehormatannya) merupakan diantara sebab paling besar kauatnya masyarakat islamy. Sehingga karena itu, keinginan terbesar mereka adalah merencanakan suatu yang rencana yang terorganisir untuk menggagalkan pergerakannya dan mendorong mereka pada daerah-daerah fitnah dan perbuatan keji.” [Al-Mar’atu Baina Takrim al-Islam Wa Da’wa al-Tahrir: 16]

Oleh karena itu, hendaknya kaum muslimah menjaga rasa malu mereka, sehingga tidak mudah memperlihatkan auratnya, sebab aurat itu merupakan kehormatan mereka.

Sesungguhnya memperlihatkan aurat kepada seorang yang bukan mahram merupakan awal petaka dan kebinasaan. Sebagaimana kata penyair:

إن الرجال النظرين إلى النساء مثل السباع تطوف باللحمان
إن لم تصن تلك اللحوم أسودها أكلت بلا عوض ولا أثمان

Sesungguhnya tatapan pria pada para wanita
Laksana hewan buas yang mengintari daging yang lezat
Jika daging tersebut tidak dijaga
Maka ia akan diterkam dan dimakan tanpa ganti ataupun harga

14 Rabiul Awal 1439 H

Abu Ukkasyah Wahyu al-Munawy

<lihat Juga : Wudhu tidak batal saat menyentuh wanita>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »