Adab-adab Berdoa

Dec 22 • Ibadah • 301 Views • No Comments on Adab-adab Berdoa

Didalam Al Adzkaar An-Nawawi berkata, “Sesungguhnya madzhab yangdipilih oleh jumhur ulama dari kalangan salaf maupun khalaf, bahwa doa adalah sesuatu yang sunnah” . Allah Ta’ala berfirman, “Dan Allah berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku kabulkan bagimu.”

Diantara adab-adab berdoa adalah:

[1] Menjauhi hal-hal yang diharamkan, baik berupa makanan, pakaian danminuman. Hal ini disebabkan menjalani suatu maksiat merupakan sebab tidak dikabulkannya doa, kecuali jika Allah berkenan mengabulkan doa tersebut, dan la adalah dzat yang mempunyai keutamaan yang besar.

[2]. Ikhlas kepada Allah dalam berdoa. Adab ini adalah semulia-mulianya adab agar doa seseorang dapat terkabulkan. Sesungguhnya ikhlas adalah sebab utama dikabulkannya doa seseorang. Allah Ta ‘ala berfirman, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (Qs. Al Bayyinah(98):5)

Tatkala seseorang berdoa kepada Rabb-Nya tanpa dibarengi dengan sifatikhlas, maka pantas jika doanya tidak dikabulkan, kecuali jika Allah berkenan menerimanya. la adalah dzat yang memiliki keutamaan yang besar.

  • [2] Berwudhu.
  • [3] Menghadap kiblat. Sesungguhnya arah ini adalah arah yang dituju olehsekalian hamba-hamba Allah dalam beribadah kepada-Nya.
  • [4] Memuji Allah Ta ‘ala sebelum berdoa.
  • [5] Bershalawat atas Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam
  • .Mengangkat kedua tangan dengan merenggangkan keduanya sejajardengan bahu.
  • [6] Berlaku dengan adab, khusyu, dan merendahkan diri dalam berdoa, karena saat ini adalah saat yang paling pantas bagi seseorang untuk berlaku seperti apa yang telah disebutkan. Pada saat itu ia menujukan doanya kepada Rabb-nya sekalian alam. Pencipta sekalian makhluk dan pemberi rezeki bagi mereka semuanya. Jika seorang hamba khusyu’ dan tunduk terhadap Allah, maka Allah menyayanginya dan berkenan menjawab doanya. Allah Ta’ala berfirman, “Berdoalah kepada Rabb-mu dengan merendahkan diri kepada-Nya.”
  • [7] Berdoa dengan menggunakan nama dan sifat-sifat-Nya yang mulia, dan dengan doa-doa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Allah Ta’ala berfiman, “Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya denganmenyebut asmaul husna itu.” (Qs. Al A’raaf(7): 180)
  • [8] Mengakui segala dosa yang diperbuat.
  • [9] Berdoa dengan tekad yang kuat, harapan yang besar, dan kesungguhan yang benar
  • [10] Menghadirkan hati dan membaguskan permohonan.
  • [11] Mengulang-ulang doa dan menguatkan permohonan/doa.
  • [12] Tidak tergesa-gesa, contoh tergesa-gesa misalnya dengan  berkata, “Ya Allah, sungguh aku telah berdoa, Tetapi doaku belum dikabulkan.”
  • [13] Memilih waktu-waktu yang mustajab (dikabulkan doa pada saat itu).
  • [14] Memanfaatkan keadaan-keadaan yang mulia, contohnya tatkala sujud, turun hujan, dan lain-lain.
  • [15] Tidak berdoa dengan lafazh yang dibuat-buat.

Waktu-waktu dan keadaan-keadaan yang mustajab Untuk Berdo’a

Diantara waktu dan keadaan-keadaan yang dikabulkannya doa pada saatitu adalah:

  • [1]Pada malam Lailatul Qadr
  • [2] Pada hari arafah.
  • [3] Pada bulan Ramadhan.
  • [4] Pada malam Jum at.
  • [5] Pada siang hari Jum’at dan pada saat Jum’at tengah berlangsung (duduk diantara 2 khutbah).
  • [6] Pada saat tengah malam. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya dari hadits Abu Umamah, beliau berkata, “Seorang sahabat bertanya, Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam!, doa apa yang paling didengarkan?’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda, Doa yang dilakukan pada tengah malam dan akhir tiap shalat”

Maksudnya dengan doa pada akhir setiap shalat, ada doa yang dilaksanakan setelah tasyahhud akhir sebelum shalat dan doa yang dilaksanakan setelah salam.

  • [1] Doa tatkala adzan. Diriwayatkan oleh Malik (didalam Al Muwattha’) dan Abu Daud dari hadits Suhail bin Sa’din, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda, Dua macam doa yang tidak ditolak, yaitu doa setelah mendengar adzan dandoa pada saat perang tengah berkecambuk”
  • [2] Doa antara adzan dan qamat.
  • [3] Doa setelah shalat-shalat yang fardhu (wajib).
  • [4] Doa tatkala sujud.

[Diambil dari buku “Penjelasan Hukum Dari kitab BULUGHUL MARAM hal 223-224” oleh syaikh Abdullah Bin Abddurrahman Al Bassam” -Penerbit Pustaka Azzam; Penrj. M. Irfan-]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »