mandi wajib

Ketentuan syariat mengenai mandi & penjelasan tentang hal-hal yang mewajibkan

Apr 10 • Ibadah • 575 Views • No Comments on Ketentuan syariat mengenai mandi & penjelasan tentang hal-hal yang mewajibkan

A. Ketentuan syariat tentang mandi

Mandi disyariatkan berdasarkan Al-Quran serta as-sunnah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَاِ نْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَا طَّهَّرُوْا

Artinya : “Dan jika kamu junub, maka mandilah” ( QS. [5] Al Maidah:  6)

Demikian pula dalam ayat yang lain:

Artinya : ”  (Jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi “ (QS. An Nisa [4] : 43)

Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“jika suatu kemaluan bersentuhan dengan kemaluan lain maka mandi telah wajib atas keduanya”  [HR. Muslim]

 

B. Berikut Hal-hal yang mewajibkan mandi:

[1] Jinabah,

Termasuk didalamnya jima (bersetubuh) yaitu bertemunya dua kemaluan Meskipun tidak sampai keluar mani. Dan jika itu menyebabkan keluarnya mani baik dalam  keadaan terasa enak baik saat tidur maupun saat terjaga baik dari laki-laki maupun dari wanita. Maka wajib mandi, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Artinya: “ Dan jika kamu junub, maka mandilah” (Al Maidah [5]: 6)

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda :

Artinya : “Jika dua kemaluan bertemu maka mandi wajib terus keduanya[Diriwayatkan oleh Ibnu Majah nomor 608]

[2] Berhentinya darah haid atau nifas

berdasarkan firman Allah :

 

وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡمَحِيضِ‌ۖ قُلۡ هُوَ أَذً۬ى فَٱعۡتَزِلُواْ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلۡمَحِيضِ‌ۖ وَلَا تَقۡرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطۡهُرۡنَ‌ۖ فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٲبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ (٢٢٢)

wa yas`aluunaka ‘anil-mahiidh, qul huwa azan fa’tazilun-nisaaa`a fil-mahiidhi wa laa taqrobuuhunna hattaa yath-hurn, fa izaa tathohharna fa`tuuhunna min haisu amarokumulloh, innalloha yuhibbut-tawwaabiina wa yuhibbul-mutathohhiriin

“Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, Itu adalah sesuatu yang kotor. Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 222)

 

Juga sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

أكثر قدر ما كانت تحبسك حيضتق ثم اغتيلى

Artinya : “Berdiam dirilah selama darah haid menahanmu kemudian mandilah” [HR. Muslim]

 

[3] Masuk Islam

Orang kafir yang masuk Islam diwajibkan mandi. Karena Rasulullah pernah memerintahkan tsumamah Al Hanafi untuk mandi ketika ia masuk Islam, hal ini diriwayatkan oleh Al hafidz abdurrazzaq 6/9/9834

 

[4] Kematian

Jika seorang muslim meninggal, maka wajib dimandikan berdasarkan perintah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengenai hal tersebut. Dimana beliau memerintahkan memandikan jenazah Zainab radhiallahuanha putrinya, sebagaimana telah dijelaskan di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari nomor 1255

Baca Juga: Najis & Sarana untuk Bersuci 

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »