Pilih Pemimpin, Belajar dari Kisah Adam Dan Hawwa

Apr 9 • Ibadah • 178 Views • No Comments on Pilih Pemimpin, Belajar dari Kisah Adam Dan Hawwa

Oleh : ustadz Muhammad Ode Wahyu

Judulnya mungkin sedikit aneh. Apa ya hubungan antara  Adam dan Hawwa dengan pemilihan pemimpin nanti? Jawabannya, silahkan baca tulisan ini sampai akhir. Mungkin ada faidah(mamfaat)  ilmu yang baru  akan kita dapatkan, semoga semoga hal ini dapat menambah wawasan kita nantinya. Aamiin.

Dahulu, Adam dan Hawwa tinggal di surga. Mereka dapat menikmati segala keindahan dan memakan seluruh makanan lezat ditempat mana saja yang mereka inginkan.

Tapi, sejak terusirnya Iblis dari surga, Iblis pun telah bertekad untuk menyesatkan Adam dan anak cucunya dari jalan yang lurus. Kisahnya sangat masyhur (tekenal). Iblis memberikan rasa was-was pada mereka berdua hingga akhirnya merekapun memakan buah dari pohon terlarang dan menjadi sebab mereka menjadi orang-orang yang zalim.

Tahu tidak, kalau ternyata dahulu Adam tidak mudah tertipu oleh Iblis? Ya.. dahulu Adam tidak mudah tertipu oleh Iblis ketika iblis merayunya. Karena itu, Iblis beralih untuk menggoda Hawwa dengan iming-iming buah pohon terlarang itu, hingga iapun tergoda. Lalu mengajak Adam untuk memakan buah pohon itu.

Iblis rupanya tahu kalau fitnah wanita jauh lebih besar pada laki-laki daripada fitnah dirinya. Karenanya iapun memainkan tipuannya dengan memulai godaan itu pada istrinya.

Kejadian ini disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berdasrarkan hadits yang sahih. Diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Imam Muslim rahimahumallah. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

لو لا حواء لم تخن أنثى زوجها الدهر

“Kalau bukan karena Hawwa, wanita tidak akan mengkhianati suaminya selama-lamanya”.

Imam Nawawi rahimahullah berkata: al-Qadhi Iyadh berkata, “Iblis (menggoda Hawwa dengan) memperindah pohon itu padanya hingga ia berhasil menyesatkanya, lalu iapun menyampaikan pada Adam perihal pohon itu, hingga iapun makan memakannya”. (Syarh Sahih Muslim karya Imam Nawawi: 10/44)

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Hadits ini mengandung isyarat tentang apa yang terjadi pada Hawwa berupa godaannya terhadap Adam untuk memakan buah pohon. Khianat maknanya, Hawwa menerima tipuan Iblis yang memperindah pohon itu hingga iapun berhasil memperindahnya pada Adam”. (Fathul Bari Syarh Sahih Bukhari: 6/444)

 

Selain begitu dahsyatnya godaan wanita terhadap laki-laki yang menjadi faidah tersirat dari hadits tersebut, hadits tersebut juga memeberi pesan agar teliti dalam memilih pasangan hidup (istri). Pilihlah wanita shalehah yang turut dan tunduk pada syariat, takut pada Allah dan tidak mudah terpengaruh dengan fitnah dunia. Sebab jika tidak, wanita itu yang akan menggodamu atau “memaksamu” untuk melakukan kejahatan demi meraih impiannya.

Hadits tersebut juga memberi isyarat bahwa seseorang sangat dipengaruhi oleh orang-orang disekitarnya. Karena itu, selain hati-hati memilih istri, hati-hatilah juga dalam memilih pemimpin. Lihat siapa orang-orang disekitar calon pemimpin itu, baik emak-emaknya atau lainnya. Teliti baik-baik! Sebab mereka akan sangat mempengaruhi kepemimpinannya nanti.

Jika ada pemimpin yang disekitarnya adalah orang-orang shaleh yang ikhlas memperjuangkan islam, maka pilihlah calon pemimpin itu. Sebab, insya Allah kepemimpinannya akan dikuatkan oleh suara-suara orang-orang saleh itu.

Tapi jika disekitarnya ada emak-emak yang tidak paham agama dan orang-orang yang tidak jelas akhlak dan agamanya, maka jangan pilih dia. Jangan sampai engkau terusir dari negrimu sebagaimana Adam terusir dari Surga.

Ingat, pilihanmu akan dipertanggung jawabkan pada hari kiamat nanti.

Terakhir, saya ingin berpesan. Mari jaga kenyamanan negri kita. Jaga persaudaraan, jaga keamanan. Jangan mudah bertengkar hanya karena beda pilihan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »