Surga, Kampung Halaman Yang Tak Dirindukan

Mar 18 • Aqidah, Ibadah • 475 Views • No Comments on Surga, Kampung Halaman Yang Tak Dirindukan

Oleh : Ustadz Muhammad Ode Wahyu

Allah Azza Wajalla berfirman:

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا

“Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga, serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai”. (QS. Al-A’raf: 19)

Siapapun dari kita yang pernah meninggalkan kampung halamannya, pasti merasa rindu untuk kembali padanya. Itu fitrah manusia.

Hakikatnya, kampung halaman kita sesungguhnya adalah surga. Tempat kakek kita dulu, Adam ‘alaihissalaam dan istrinya Hawwa.

Disitulah rumah kita dahulu, harusnya kita rindu tuk kembali ke sana. Tinggalnya kita di dunia saat ini, tentu saja memiliki hikmah Allah yang sangat besar dari Allah.

Mungkin salah satunya adalah agar kita bisa lahir, tumbuh dan berketurunan. Sebab di surga tak ada rasa sakit, tak ada persalinan, tak ada kesedihan, wanita selalu kembali perawan, laki-laki tidak memiliki nuthfah, demikian pula wanita.

Allah Azza wajalla berfirman:

فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا

“Maka kami jadikan mereka wanita-wanita perawan”. (QS. Al-Waqi’ah: 36)

Kita selalu katakan, “Saya ingin masuk surga”. Tapi amalan kita justru selalu menjauhkan kita menjauh darinya. Kita selalu katakan, “Saya ingin dijauhkan dari neraka”. Tapi amalan kita justru selalu mendekatkan kita padanya.

Kita hanya bermimpi tapi tak menempuh jalan kesana. Surga, jadilah ia kampung indah yang tak jua dirindukan.

Kita terlalu tamak dengan dunia. Ya… Dunia…
Kita terlalu bernafsu mengumpulkan segala harta dunia, mengenyangkan perut dengan segala kenikmatan semunya, namun perut itu juga tak pernah puas tuk menikmatinya.

Ya… Allah. Ampunilah kami

Sungguh, Allah benar-benar sangat mencintai kita. Disaat kita selalu melupakan diri kita, bahaya yang akan ditimbulkan dari perbuatan kita, Allah justru menjadikan beberapa sebab agar diangkatnya penghalang yang dapat menghalangi kita masuk surgaNya.

Allah tidak melupakan kita, disaat kita melupakanNya. Allah tidak membiarkan diri kita dalam bahaya, disaat kita lupa bahwa perbuatan kita akan membahayakan kita. Allah benar-benar mencintai kita.

Karena itu, Allah jadikan sedih, gundah gulana, sakit, resah, ujian dan masalah yang tak ada habis-habisnya dan silih berganti, sebagai penghapus kesalahan yang dapat menghalangi kita dari surga. Tujuannya, agar kita bertemu denganNya dalam keadaan tanpa dosa sedikitpun, hingga wkhirnya tak ada satupun yang menghalangi kita dari surgaNya.

Apatahlagi ketika kita bertaubat, istighfar, bahkan hanya dengan berwudhu dosa-dosa akan berguguran bersamaan dengan jatuhanya air wudhu ke tanah. Allahu Akbar.

Surga, kampung halaman yang indah itu, Allah ingin kita memasukinya, walau kita selalu lupa bahwa ialah seharusnya yang menjadi tujuan hidup kita.

Saudarku, rindulah pada kampung halaman kita, surga yang indah itu. Jangan lalai darinya. Jangan sampai karena ketidak syukuran kita, Allah justru menjauhkan kita darinya. Wal’iyadzu billah.

#Mari_Berhijrah
#Mari_Bertaubat

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »